Surabaya adalah kota yang dilintasi oleh dua sungai besar. Kali Mas dan Kali Londho. Kedua sungai tersebut kerap masuk pemberitaan lantaran ditemukan orang tenggelam. Sudah sering saya dengar orang meninggal di sungai, tidak hanya anak-anak yang bermain di sekitaran sungai ada pula korban orang dewasa. Seperti yang pernah saya dengar ada orang yang meninggal tenggelam di Rolak Wedok.
Plang Himbauan di Jagir |
Guna mengantisipasi jatuhnya korban lebih banyak jajaran Pemkot Surabaya melalui Satpol pp memasang rambu di sekitar sungai. Tidak hanya larangan memancing, rambu ini juga menghimbau warga Surabaya untuk tidak buang air besar, tidak berenang, tidak pacaran, tidak buang sampah di sungai. Gambar yang dipakai pun unyu-unyu, rambu larangan berbasis kartun. Ada tokoh manga, winnie The Pooh, Spiderman, Mickey Mouse.
Anime Memancing @Jagir |
Seperti di dua spot mancing kesayangan saya: Jagir dan Rolak Gunungsari. Daerah ini juga tidak luput dari pemantauan petugas. Dua rambu terpasang tepat di titik yang biasanya para pemancing liar dalam kota berburu ikan rengki. Malah di spot pinggir Jagir terpasang dua rambu sekaligus.
wong Memel Kui Bebas |
"Lha iyo Mas, mancing kok dilarang? Salahne opo?" Itulah salah satu pertanyaan dari seorang pemancing di Jagir yang pernah saya tanya mengenai pemasangan rambu larangan memancing oleh Pemkot Surabaya. Pemancing yang lain juga pernah curhat tentang bagaimana langkah preventif pemerintah kota ini dianggap berlebihan. Memancing itu tidak jahat katanya.
Sisi Timur |
Namun ada pula beberapa pemancing yang memaklumi langkah pencegahan orang celaka di sungai itu. "Kita harus ikut aturan, namanya juga rakyat kecil". Kompromi untuk larangan membuang sampah, buang air besar, pacaran dan berenang di sekitar sungai. Kalau masalah memancing tetap jalan terus.
Memel dari Sebrang |
Pernah ada berita saat Satpol pp menindak pemancing yang ada di sekitar pintu air Kayoon. Tapi tindakannya hanya himbauan untuk tidak memancing di sekitar pintu air termasuk teknik nyobok dengan memancing yang menceburkan badan ke dalam sungai. Spot Jagir dan Rolak rambu tersebut hanya pengingat kepada pemancing yang baru memancing di sana. Termasuk pemancing anak-anak. Jadi jika anda mengajak memancing putra-putri di spot liar, terus awasi dan dampingi jangan sampai lengah. Salam Joran Melungker.
0 Comments