Tips Aman Mancing di Plengsengan

Memancing liar harus beradaptasi dengan lingkungan dan cuaca paling ekstrim. Kalau di kolam kita disediakan tempat duduk dan lapak personal yang bebas dari panas / hujan. Mancing liar semua didapat secara alami. Memanfaatkan apapun secara apa adanya. Perlu daya adaptasi yang tinggi. Itulah mengapa yang biasa mancing di kasta kelas kolam jika diajak memancing di spot liar kebanyakan gundah gulana.

Liaran Benteng Takeshi 


Jembatan, pipa saluran air, semak-semak dan plengsengan tepi sungai adalah medan laga bagi pemancing liar. Semua mengandung sensasi lengkap beserta resikonya. Memancing di jembatan kita dapat menjadi pusat perhatian pengendara jika mendapat tangkapan ikan besar. Pipa saluran air merasakan bagaimana dinamika kondisi air. Semak belukar beresiko kena ulat, melihat biawak dan ular. Plengsengan tepi sungai beresiko jatih ke sungai. Saya pernah terpeleset di tepian sungai, meluncur bebas di plengsengan menuju aliran air sampai celana jeans sobek pada bagian belakangnya. Itulah konsekuensi memancing di spot yang pada dasarnya spot 'terlarang'. 

Cara agar ikan tidak kabur - Tali Kepis pada Jempol 
Berikut adalah tips cantik sluman slumun slamet memancing di plengsengan sungai:
  1. Pakai sandal yang anti selip, sandal gunung lebih baik. Jika terasa alas kaki kurang baik gripnya bisa menggunakan alas kaki ciptaan Tuhan. Copot sandal atau sepatu asal berjalan dengan hati-hati, awas pecahan kaca botol, duri dan tahi. 
  2. Pastikan hapal jalan tercepat untuk bergegas keatas jika ada kondisi yang tidak memungkinkan seperti hujan secara tiba-tiba, air deras datang dan kedatangan hewan liar (ular, bulus, buaya).
  3. Konsentrasi tinggi. Salah satu cara biar konsen adalah fokus. Terlalu fokus juga beresiko melupakan ikan hasil tangkapan. Berapa kali saya mendapat cerita pemancing yang kepis ikannya hilang karena kurang waspada dilubangi kepiting kali (yuyu). Saya pernah mengalami kehilangan kepis yang penuh ikan karena kurang kuat memasang tali. Ditali terlalu ke atas ikan bisa mati karena tidak dapat air. Ditaruh agak kebawah tidak banyak tempat menaruh tali. Solusinya adalah Gunakan JEMPOL KAKI anda. Khusus untuk tepis ikan yang berisi ikan kecil tali di jempol bisa dipantau setiap saat. 
  4. Membawa tas kecil yang menampung barang-barang strategis dan mengamankan dari resiko masuk sungai. Sekali jatuh barang-barang di plengsengan langsung terjun bebas menuju aliran sungai. Kalau cuma topi atau sandal masih bisa terkejar. Tapi gunting, handphone dan peralatan kecil mancing sudah untuk menemukan. Itulah perlunya membawa tas kecil yang portabel. 
  5. Pastikan peregangan otot setelah sekian lama duduk di plengsengan. Resiko terlalu memancing di plengsengan adalah kram otot dan anemia. Keasyikan memancing dengan posisi tidak nyaman membuat otot tegang. Terasa kesemutan dan akhirnya bisa kram. Bagi yang punya anemia jangan lupa bawa obat penambah darah. 
  6. Bawa anti nyamuk. Nyamuk di pematang sungai ganas-ganas apalagi daerah muara. 
  7. Bawa payung jika sewaktu-waktu hujan. 
  8. Air minum dan makanan kecil 
  9. Tidak membuang sampah sembarangan 
  10. Tetap tenang dan tidak asal melangkah. []

Post a Comment

0 Comments