Mensana in corpore sano...Inza sakit demam bila si kecil panas (apaan sih)
Hari sabtu telah tiba. Dalam suasana PPKM (Pagi Pagi Ku Mancing) tapi tidak menyurutkan keinginan untuk turut memeriahkan hari mancing sedunia. Tertanggal 10 Juli 2021 bangun pagi dan pukul 05:00 WIB saya keluar kos menuju spot sejuta umat: Pocan alias Pondok Candra.
![]() |
Cekrek |
Sabtu pagi, mendung menggelantung dengan sangat pekat apalagi pada sisi selatan. Ada beberapa kali proses presipitasi (hujan) ringan dini hari. Memang dua hari belakangan cuaca sedang bimbang. Antra hujan dan panas, antara rendeng dan ketigo.
Simak Juga
Memasuki jalanan Pondok Candra telah ada sekumpulan pemotor yang dikendarai bapack-bapack penikmat kolam harian (kalau kolam bulanan, gak niat mancing tapi magang ke Mbah Mul). Melintasi jalan baru yang sedang diadakan proyek perumahan baru di sisi utara dekat jalan Jalan Tol. Mendung yang menggelantung memberikan kesan bahwa pagi ini masih gelap. Angin kencang dari timur, tapi semua bukan halangan yang penting bisa olahraga pagi. Jalanan becek membuat motor tidak bisa masuk melewati pematang. Ternyata telah ada dua motor yang parkir menghadap barat. Dengan tali joran di setirnya pertanda telah ada yang casting lebih dulu.
![]() |
Duo Budi |
Pemanasan dilakukan di sepanjang jalan. Uncal random dengan angin yang tidak stabil. Kadang berhembus keras kadang pelan dan beberapa saat tanpa angin. Saya menggunakan umpan curut Cak Wid yang terbukti berat dan bisa bebas melayang di suasana angin seperti apapun. Tidak ada sambaran sampai Tambak Pak Marsekal belum prospek. Saya berjalan ke arah timur, melintasi rerumputan basah dengan tujuan spot Gubuk Waru.
![]() |
Morning Sumriwing |
Spot area utara sungai tampak sepi. Mungkin cuaca yang kurang mendukung yang keloneable (lebih enak turu timbang mlaku turut galengan tambak). Tiba di spot Gubuk Waru saya langsung menuju titik uncal andalan. Tidak ada tanda-tanda sambaran kecuali kawanan Bandeng yang sesekali menggoda umpan. Jinak-jinak ikan bandeng. Sampai di utara Waru, perut terasa aneh dan saya memilih istirahat sejenak hingga mencari tempat aman tersembunyi untuk .....berak. Setelah hajat terpenuhi lanjut casting lagi. Tak lupa nyemil bunga Telang sambil nyanyi tralala trilili demi imunitas diri.
![]() |
Youtuber Anti Boncos |
Saya mencoba menjelajah di area utara. Ada tiga orang castinger di pematang Tambak Mbah Mul. Tak salah lagi, dialah pemancing sekaligus Vlogger dengan nama beken di kanal Youtube: Budz Official (sopo ngerti aku iso keshooting dan nampang tenar di dunia maya). Rupanya sedang ada pengenalan pemancing baru untuk seorang lelaki berambut cepak yang perdana ingin merasakan sensasi casting. Namanya Budi juga. Jadi pagi ini saya casting (kebetulan bareng bersama dua Budi: Budi Pro dan Budi Amateur). Waktu semakin siang saya masih belum ada niat untuk balik. Apalagi hari Sabtu, libur tanpa kegiatan ke kantor. Niatnya ingin jadi karakers (memancing di siang bolong) tapi mendung dan sesekali hujan membuat saya membatalkan niat untuk menggosongkan diri.
![]() |
One Uncal One Strike (Spinner Rakitan Sendiri) |
Terjadi tragedi kecil. Secara mendadak guide ring pada paling besar joran Kyoto Jungle Stick pecah bahkan melukai tangan saya sendiri. Ada luka kecil dan joran BC kesayangan kehilangan dua lubang keramiknya. Tidak apa yang penting bisa uncal dengan jarak yang lebih jauh daripada awal penggunaan. Kami bertiga memutuskan untuk balik pulang. Sebuah kejutan dari Mr. Budi Youtuber tiba-tiba datang dari semak-semak dan berkata:
"Sampean bawa ikan iki tah?" rupanya hasil lempar di bawah pohon berhasil mendaratkan seekor ikan Gabus ukuran sedang. Ikan dikumpulkan dalam kepis yang sebelumnya sudah dihuni tiga dua ekor ikan Gabus beragam ukuran. Selama perjalanan menuju tempat parkir saya mengenalkan pada pentingnya bahan alami untuk kesehatan. Termasuk ngemil bunga Telang yang ada manis-manisnya.
"Iki tambak andalan...tambak Pak Marsekal...kemarin di sini ada ikan Gabus mati terapung" kata saya. Tak lama setelah itu, ada yang penasaran mencoba spinner rakitan sendiri. Dan...Jeblar....seekor ikan bagus ukuran lumayan besar berhasil didaratkan. Semua semakin antusias uncal lagi. Hujan turun tiba-tiba dan kami merapat menuju gubuk (bukan gubuk derita). Dalam berteduh dan berkerumun sementara kami berbagi cerita tentang naik gunung. Rupanya anggota casting bareng (kebetulan) kali ini punya riwayat menjadi pendaki gunung.
"Mas tambak iki ono iwake tah?"
"Ono..coba pepetno sebelah sana" kata saya...tak lama setelah itu...Jeblar (lagi) seekor ikan Gabus yang agak pucat berhasil didaratkan dalam kondisi rintik hujan.
"Wah rupanya aku bakat jadi navigator permancingan" guman saya dalam hati. Setelah itu kami memutuskan untuk pulang dengan seiring dengan aksi pemancing kolam harian yang telah merentangkan joran sejak pagi sampai sore nanti. Salam Sehat dan Pagi Pagi Ku Mancing.
0 Comments