Microfishing Masa PPKM

Pandemi yang menyayat negeri masih berlangsung. Ada aturan untuk tidak boleh keluar terlalu jauh intinya tetap di rumah saja. PPKM namanya. Warkop buka tidak sampai malam hari. Kerumunan di batasi dan beberapa perusahaan menerapkan bekerja dari rumah untuk karyawannya. Jenuh? sudah pasti dan memancing adalah solusi. 

Tarikannya Sumriwing


Tertanggal 25 Juli 2021, setelah sekian lama tidak mancing pasca tumbang. Badan saya sempat tumbang selama seminggu, pasca casting pagi nekad ketika cuaca tidak bersahabat. Kali ini saya belum niat untuk casting. Padahal kemarau adalah musim ikan kakap putih (baramundi). Kondisi tertentu yang membuat saya untuk memutuskan libur casting dulu. Tetap pada jalur microfishing dengan spot timur Benteng Takeshi. 

Tetap Prokes 

Berangkat dari kos pukul 15:30 WIB setelah menikmati kopi jahe (minuman suplemen anti tumbang). Dengan berbekal duit receh dari koin-koin yang terkumpul saya mampir ke toko pakan burung dekat pasar Rungkut. Membeli ulat kandang. Perlu variasi karena selama menggunakan umpan klik atau tanago manis kurang haup untuk spot Kali Jagir. Biasanya andalah saya adalah umpan ulat kandang. Akhirnya tiba di spot. Tegeg Mantul Pole 270 saya bentangkan. Kail yang saya pasang dengan teknik Palomer ukuran 0.8 jadi masih kurang kecil. Karena biasanya menggunakan 0.6 bahkan yang lebih kecil untuk anakan ikan bader, wader, keting sampai mujair. Tak apalah belum pulang Malang juga untuk belanja stok kail kecil. Hampir dua jam lebih memancing sambaran-sambaran kecil agak jarang. Endingnya menjelang langit gelap baru ada hentakan keras dari barat Benteng Takeshi. Seekor ikan keting menikmati sajian istimewa tiga ekor ulat kandang yang berkumpul dalam satu kail. Tidak apa-apa yang penting amis dan bisa menikmati hari-hari pedih (PPKM dan tidak adanya kereta untuk pulang kampung) secara manis. Salam Joran Melungker. 



Post a Comment

0 Comments