Fakta Unik Ikan Baung

Ikan Baung a.k.a Sogo a.k.a Rengkik merupakan ikan target pemancing kali liar. Ikan ini dikenal agresif dan rakus walaupun agak pemilih makanan. Ikan berkumis yang masuk dalam keluarga Nemurus ini dikenal sebagai ikan Nocturnal (tukang begadang yang lebih agresif selepas senja). Tanpa kopi dan musik senja tentunya. Itulah sebabnya mancing ikan ini lebih efektif dilakukan pada malam hari. Mulai pukul 18:00-05:00 WIB. Paling galak ketika temperatur air sesuai dan tentu saja saat kita beruntung.

Baung Mini Kali Jagir 

Teknik memancing yang dipakai untuk memancing ikan baung ini adalah teknik dasaran. Menggunakan timah pemberat ukuran menengah bahkan lebih besar. Bisa disesuaikan dengan arus dan medan halangan di bawah permukaan. Atau bisa juga menggunakan teknik renteng. Kail direnteng 4 biji juga bisa salah satu mata kailnya diperbesar. Ini cocok untuk medan yang jarang rintangan berupa cantolan. Entah berupa sampah yang terjebak di dasar, kayu, tiang beton hinga akar pohon.

Baca Juga: Kiat Jitu Memancing Ikan Baung

Haup siang itu baung khilaf. Mungkin semalam ikan ini kurang makan sehingga panas kentang-kentang pun haup umpan. Sebagai ikan malam, baung lebih agresif saat temperatur air dalam night mode. Penasaran bagaimana temperaturnya. Mungkin anda bisa eksperimen sendiri dengan tinggal di area sekitar sungai. Berendam pada jam-jam tertentu untuk membandingkan perubahan suhunya. 

Sungai besar dan arus deras menjadi tempat bermain ikan Baung. Ada beragam sungai besar di tanah air. Dari Ciliwung, Progo, Kalimas, Brantas, Musi, Mahakam, Sungai Bilah Sumut, Sungai Batanghari, dan Jagir –spot sejuta umat pemancing Baung Kota Surabaya-. Sungai besar tidak hanya membawa tangkapan besar tapi mengandung resiko yang besar. Pelajari pasang surut air, lihat kondisi cuaca dan berdoa. Jangan kencing sembarangan juga. Ikan Baung biasanya suka di sekitaran arus deras yang mempunyai medan perputaran air. Bisa disekitaran jembatan, bendungan atau batu besar. Pada pertemuan arus dan air juga menjadi spot andalan untuk memancing ikan ini. 

Umpan andalan untuk memancing ikan baung adalah umpan yang berbau. Maklum kumis lelenya bisa mendeteksi bau dari radius jauh. Para pemancing di daerah saya biasanya menggunakan usus ayam. Bisa usus segar yang baru beli di pasar atau usus bacem yang menjadi penghuni tetap  pendingin di lemari es. Pemancing di daerah Mojokerto dan Blitar menggunakan daging ayam tiren –ayam mati kemarin-. Ada bau tertentu yang bisa menarik ikan tapi membuat mual pemancingnya. Pemancing Sumatra dan Jawa Barat menggunakan umpan kucur. Umpan khusus lembek yang berbahan dasar usus yang telah dihaluskan dicampur lemak kambing dan diperam. Baunya super sampai berbekas di hati.

Lantas apa yang menarik dari memancing ikan baung? Bagi yang belum pernah menarik ikan ini saat memakan umpan kita. Saya kasih tahu kalau sensasi strike ikan ini bikin ngangeni. Perlawanannya seru, mobat mabit. Kurang direkomendasikan menggunakan joran atau piranti untuk UL mengingat berat ikan kadang ugal-ugalan. Pernah ada pemancing menarik ikan baung seukuran guling. Dia sampai kesulitan saat mengangkat dan membawa pulang. 

Bagaimana rasanya ikan ini. Gurihnya bukan main main. Apalagi jika dimasak tanpa digoreng. Bisa dimasak pindang, bumbu kuning dikasih kemangi atau daun jeruk. Ikan ini mempunya kulit yang kurang rekomendasi untuk digoreng. Bisa diiris tipis kemudian dibuat steak jika ada alat yang mendukung. Apalagi disajikan pedas tentu bikin ngiler. Itulah sekilas fakta menarik tentang ikan Baung. 

Post a Comment

0 Comments