Sponsorship

Angler Ngomseters: Nelayan Lokal Sang Pemancing Subsisten

Memancing adalah sebuah kehidupan. Bagi para penghobinya, kurang mancing terasa kurang hidup. Ada juga yang menjadikan memancing sebagai ladang hidup. Penjual peralatan pancing, pengrajin umpan mainan sampai para omseters. Para omseters adalah pemancing yang menjadikan memancing sebagai pundi-pundi rupiah. Menjual hasil ikan tangkapan untuk pendapatan harian. 

Biasane sak ronjot

Dalam dunia casting ikan gabus ada yang memancing hanya untuk kesenangan. Ada yang demi kesehatan dengan jalan-jalan pagi seperti saya. Ada juga yang memancing untuk orientasi pemenuhan kebutuhan hidup. Pemancing subsisten, yang bertahan hidup dengan mengandalkan ikan hasil tangkapan. Itu tidak salah karena semua adalah pilihan hidup. 

Saat ini ikan gabus menjadi ikan primadona. Sejak ngetrend penggunaan minyal albumin dari ikan gabus untuk obat dan pengering luka setelah operasi. Kalau luka hati, ikan gabus tidaklah cukup. Kecuali memancing gabus dianggap sebagai solusi atas sakit hati. Dulu ikan ini dianggap ikan biasa. Jarang yang berburu. Ukuran super babon kerap kita jumpai di sungai yang mengering atau tambak ketika panen. Sekarang ikan ini menjadi idola. Harga per kilo bisa diatas lima puluh ribu, sudah dapat sebotol Congyang. Kata seorang kawan, spot mancingnya berjuta tapi pemancingnya bermilyar-milyar. Itulah sebabnya jarang saya jumpai babon, kecualli pada sungai dan genangan lainnya yang bebas dari tukang setrum ikan. Beberapa castinger menerapkan pola lestari. Jika dapat ikan dilihat ukuran, ada ukuran standar tertentu untuk dibawa atau dilepas. Bagi angler ngomseters, ukuran tidak penting asal ada ikannya dan alat penimbang yang nanti menjadi penentu. Sudah siapkah anda menjadi 'nelayan' lokal? Salam Joran Melungker. [] 

Post a Comment

0 Comments